OTOMOTIF

Penutupan Kedutaan AS Berkat Penyadapan

AS sadap komunikasi pimpinan Al Qaeda. Disimpulkan akan ada serangan
Selasa, 6 Agustus 2013
Oleh : Arfi Bambani Amri
Sebuah demonstrasi di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta
VIVAnews - Penutupan sejumlah kedutaan dan konsulat Amerika Serikat di Timur Tengah berkait penyadapan komunikasi antara sejumlah pemimpin Al Qaeda. Informasi itu yang kemudian disimpulkan ada ancaman terhadap kedutaan AS.

The New York Times melaporkan, komunikasi yang disadap adalah antara Ayman al-Zawahri, pengganti posisi Osama bin Laden, dengan Nasser al-Wuhayshi, pimpinan Al Qaeda di Yaman. Sumber pejabat AS menyatakan, sembari sejumlah pesan antara Zawahri dengan Wuhayshi disadap, juga ada laporan intelijen yang berkontribusi untuk peringatan ancaman itu.

"Gambaran ancaman berdasarkan sejumlah besar laporan, tak ada peluru berasap di gambar ancaman," kata pejabat itu kepada Reuters secara anonim.

Dia mengatakan, tak ada informasi spesifik mengenai target atau lokasi serangan. Ancaman itu begitu serius sehingga Jumat lalu, Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan peringatan bepergian untuk warga negara Amerika di manapun.

"Itu benar-benar ancaman serius," kata politikus Demokrat, Dutch Ruppersberger, yang duduk di Komite Intelijen Dewan Perwakilan Rakyat AS.

AS sendiri saat ini menghadapi tekanan dunia setelah seorang bekas karyawan di kontraktor National Security Agency AS, Edward Snowden, mengungkap negaranya bisa menyadap komunikasi siapapun di dunia ini termasuk presiden sekalipun. Soal ini, simak laporan SOROT  Awas, Internet Anda Diintai Amerika.
TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found