Retrofit, Motor Hybrid Asli Jakarta

“Ini seperti modifikasi. Aksesoris mudah dipindahkan di motor lain."

Senin, 17 September 2012, 23:43 Bayu Galih, Herdi Muhardi
Sepeda Motor Hybrid Retrofit
Sepeda Motor Hybrid Retrofit (VIVAnews/Herdi Muhardi)

VIVAnews - Teknologi hybrid sedang menjadi buah bibir di dunia otomotif, termasuk di Indonesia. Bagaimana tidak, dengan menggunakan teknologi hybrid, sebuah kendaraan dapat menekan pemakaian bahan bakar (BBM), serta lebih ramah lingkungan.

Namun bagaimana dengan motor hybrid?

Tidak perlu jauh-jauh mencari ke negeri orang yang terkenal dengan kemajuan teknologinya, seperti Jepang, Jerman, bahkan Amerika. Sebab di Indonesia, tepatnya di Jakarta, sebuah karya brilian dihasilkan PT Berkah Mekar Mugi Rahayu (BMMR) dengan berhasil menciptakan teknologi hybrid yang diberi nama “Retrofit, Sepeda Motor Hybrid”.

Retrofit sendiri adalah motor hybrid yang diprakarsai oleh Djlamprong Kartiko, Tutuko Wiroatmojo, dan Agus Harianto, yang tengah merangkul Koperasi SMK Indonesia. Anggota koperasi ini berasal dari SMK di Indonesia agar dapat dikembangkan di sekolah SMK, berikut pusat perakitan, penjualan, hingga layanan servis.

“Dengan hanya Rp 2,5 juta, seluruh pengguna motor di Indonesia dapat memasang alat ini,” jelas Djlamprong Kartiko, penggagas Retrofit, Senin 17 September 2012.

Namun sayang, BMMR belum dapat diproduksi massal, karena tengah dilakukan hak paten. Ini agar ide kreatif miliknya tidak dicuri orang.

Modifikasi

Lantas apa saja yang diubah? Menurut Djlamprong Kartiko, tak ada perubahan seprti bentuk sepeda motor, mengganti STNK, bahkan membeli motor baru.

“Ini seperti modifikasi. Aksesoris mudah dipindahkan pada sepeda motor yang lain, bisa pada motor bebek biasa atau motor matik,” kata Djlamprong.

Sedangkan perubahan terjadi karena pengantian tromol depan diubah menjadi motor listrik dengan bentuk yang lebih besar, kontrol akselerator, tambahan daya yang berasal dari empat tenaga baterai 48 volt (aki atau ACCU) yang disematkan dalam boks (tergantung selera, ingin disimpan di mana) serta menambahkan choke.

Bila di-charge penuh hingga 4-5 jam, motor yang dapat dirakit dalam waktu dua jam itu bisa melaju hingga 30- 40 km/jam, dengan kecepatan 20-30 km/ jam. “Ini cocok untuk jalan yang macet, perjalanan dekat serta dapat di-charge atau dicolokkan menggunakan listrik apa saja, termasuk di rumah menggunakan stop kontak biasa,” kata DJlamprong Kartiko.

Motor hybrid ini diklaim dapat menghemat pengeluaran BBM, membantu mengurangu populasi udara dan suara, hingga bisa membantu penghematan APBN untuk BBM.

Tidak hanya itu, meski dapat dibilang murah, nantinya BMMR akan bekerja sama dengan sebuah leasing, agar motor ini dapat disesuaikan dengan daya beli pelanggan, dengan pembiayaan dicicil.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com