Presdir BMW Indonesia Diadukan ke Mabes Polri

Pemilik BMW seri Z-4, Iswahyudi, mengaku menderita kerugian yang tidak sedikit.

Senin, 23 April 2012, 13:11 Ismoko Widjaya, Syahrul Ansyari, Randi Aditya
CEO dan Presdir BMW Indonesia: Demily (kiri) dan Ramesh Divyanathan (kanan)
CEO dan Presdir BMW Indonesia: Demily (kiri) dan Ramesh Divyanathan (kanan) (VIVAnews/Randi Aditya)

VIVAnews - Presiden Direktur PT BMW Indonesia Ramesh Divyanathan dilaporkan ke Badan Reserse dan Kriminal Markas Besar Polri, Senin 23 April 2012. Ramesh yang juga warga negara Singapura itu dituding telah melakukan tindak penipuan dan pencemaran nama baik.

"Tujuan kami ke sini untuk melaporkan pencemaran nama baik saya selaku pemilik mobil BMW seri Z-4, di mana mobil tersebut mengalami kerusakan engine yang dikanibal," kata pelapor yang juga pemilik BMW, Iswahyudi Ashari.

Iswahyudi mengaku tidak terima dengan perlakuan seperti itu. Menurutnya, kerugian yang dia dapatkan itu adalah tanggung jawab dari PT Astra International Tbk selaku distributor BMW di Indonesia.

"Saya mintakan ganti unit tapi sampai saat ini mobil itu belum diganti unit. Malah saya diberikan mobil yang sama dengan kondisi yang lebih parah lagi seri 7 tapi drop engine yang sama juga," terangnya.

Iswahyudi mengaku mengalami kerugian immaterial yang tidak sedikit.  Menurut dia, mobilnya pernah mogok jam satu malam di kawasan Semanggi. Dia pun mengklaim memiliki bukti-bukti tertulis. "Oh ada, semua dokumen lengkap bisa saya tunjukkan," ujarnya.

Setelah dari Bareskrim, Iswahyudi berencana mengadu ke Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI)

Kasus ini berawal pada Oktober 2009 ketika Iswahyudi membeli sebuah mobil BMW Z-4 seharga Rp1,9 miliar di Senayan City, Jakarta. Namun sebelum waktunya, mobil itu sudah rusak dan mengecewakannya.

Dia lantas meminta pihak BMW dan Astra untuk bertanggung jawab tetapi, menurut dia, tidak mendapat respons positif. Jadwal pertemuan di sebuah hotel di Jakarta yang telah mereka sepakati dibatalkan secara sepihak oleh BMW.

"Saya dituduh bersama rekan saya akan membakar showroom melalui Gmail hari Jumat. Dia malah membatalkan meeting itu sesuka hatinya sementara saya sudah ada di tempat meeting. Kami sudah standby di tempat itu," ucap Iswahyudi, dengan emosi.

Respons BMW

Saat dikonfirmasi soal laporan ini, Public Relation PT BMW Indonesia, Helena Abidin, menyatakan pihaknya menolak dengan tegas segala tuduhan Iswahyudi.

BMW Indonesia menunjuk penasehat hukum Assegaf Hamzah and Partners (AHP) untuk menangani kasus ini. "Tidak akan ada pernyataan lebih jauh dari BMW Indonesia sementara ini. Kami membantah keras semua tuduhan itu," kata Helena saat dihubungi VIVAnews. (ren)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
dejenairo
23/04/2012
untung gue gak jadi beli tu mobil, soalnya belum mampu beli T.T
Balas   • Laporkan
johndelwinto
23/04/2012
Lebih baik beli mobil Esemka.
Balas   • Laporkan
suryasyah20 | 24/04/2012 | Laporkan
bner thu...... cintailahhhh produk dlam negri.......ciptaan anak2 bangsa.......
apa_aja
23/04/2012
mending mobil jepang saja lah daripada bmw kondisi spt itu.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com