OTOMOTIF

Insinyur Minta Nuklir untuk Saingi Malaysia

Pembangkit ini perlu disegerakan, karena negara tetangga mulai membangunnya tahun depan.
Rabu, 22 Desember 2010
Oleh : Antique, Agus Dwi Darmawan
Reaktor Nuklir di AS

VIVAnews - Persatuan Insinyur Indonesia (PII) meminta pemerintah segera mewujudkan pembangkit listrik tenaga nuklir di Indonesia. Pembangkit ini perlu disegerakan, karena negara tetangga seperti Malaysia dan Vietnam sudah berkomitmen mulai membangunnya tahun depan.
 
Ketua PII Said Didu menuturkan, banyak negara memilih pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) karena energi yang dihasilkannya murah, efisien, dan ramah lingkungan. Selain itu, dengan membangun PLTN, energi yang dihasilkannya bisa cukup besar.
 
"Kita sudah terlalu lama hanya merencanakan, padahal sumber daya sudah siap. Jangan sampai tertinggal dari Malaysia yang berencana tahun depan," kata said di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Rabu 22 Desember 2010.
 
Menurutnya,  para insinyur Indonesia telah siap mengoperasikan teknologi ini sekarang. Insinyur Indonesia siap membantu pemerintah untuk merealisasikan mimpi ini.
 
"Kalau orang engineering bilang jangan banyak berfikir, terlalu banyak berfikir, matilah kau, maka banyaklah bekerja," ujar Said berkelalar.
 
Menko Perekonomian Hatta Rajasa saat memberikan sambutan kunci, juga mengucapkan terima kasih atas dukungan para insinyur Indonesia tersebut.
 
Hatta berharap, para insinyur Indonesia ke depan, bisa lebih membawa perubahan akan pemanfaatan teknologi. Saat ini, Indonesia sangat tertinggal dibanding negara lain karena kesalahan masa lalu yang terlalu banyak mengandalkan sumber daya alam sebagai sumber devisa negara.
 
"Akibatnya, kita tidak memiliki nilai tambah di dalam negeri sehingga lemah dalam inovasi," kata Hatta.
 
Tentang pembangunan PLTN, lanjut dia, nuklir adalah pilihan terakhir. Pemerintah hingga kini belum berani mewujudkan, karena penerimaan masyarakat akan teknologi ini masih rendah. "Sosialisasi kita masih kurang, kita (insinyur) masih harus banyak bicara untuk menjelaskan ketidakpahaman mereka," ujar Hatta.

Pada hari ini, serah terima penghargaan CAFEO (Conference of the Asean Federation of Engineering Organization) dari ketua PII Said Didu di BPPT. Sebelumnya pada 2 Desember lalu, penghargaan CAFEO ini diberikan di Hanoi, Vietnam, tapi Menko Hatta berhalangan hadir. (sj)

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found