OTOMOTIF

Hati-hati Parkir Mobil di Depan Rumah Wapres

Pelanggar akan dikenakan sanksi tilang dan harus menjalani proses sidang.
Rabu, 17 Maret 2010
Oleh : Amril Amarullah, Sandy Adam Mahaputra
Petugas Dishub Gembok Ban Mobil Sembarang Parkir

VIVAnews -- Hati-hati sembarang parkir kendaraan di jalan. Apalagi di depan rumah dinas pejabat negara. Hari ini, Rabu 17 Maret 2010, sedikitnya, enam mobil pribadi yang kedapatan parkir sembarangan di sepanjang Jalan Buncit Raya, digembok oleh Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan.

Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Operasional Sudin Perhubungan Jakarta Selatan, Syahrizul, mengatakan penertiban dilakukan berdasarkan UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang rambu larangan. Pelanggar akan dikenakan sanksi tilang dan harus menjalani proses sidang.

"Untuk hari ini kita fokus di sepanjang Jalan Buncit Raya, khususnya depan kantor Imigrasi. Karena lokasi tersebut termasuk lingkungan rumah Wakil Presiden, jadi harus steril," katanya di lokasi.

Penertiban seperti ini akan terus dilakukan hingga seluruh jalan di Jakarta Selatan terbebas dari perkir sembarangan. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Kepolisian Resort Jakarta Selatan dalam menertibkan pelanggaran ini.

Namun untuk sepanjang koridor VI Busway, Syahrizul akan melakukan penertiban secara berkesinambungan. Sebanyak delapan personil dikerahkan untuk melakukan penertiban tersebut, dua diantaranya merupakan polisi lalu lintas. Sudin Perhubungan Jakarta Selatan sendiri memiliki sebanyak 60 gembok mobil.

Lebih lanjut Syahrizul menjelaskan kendaraan yang kedapatan dalam keadaan mesin mati dan kaca spion dilipat, serta berada di area larangan parkir, maka akan langsung digembok. "Namun jika di dalam mobil masih ada pengemudinya, maka hanya ditegur untuk segera melanjutkan perjalanannya," imbuhnya.

Pihaknya berjanji akan terus melakukan penertiban di lokasi lain, hingga warga yang sering parkir sembarangan jera. "Kita akan terus koordinasi dengan kepolisian mengenai tempat-tempat yang marak parkir sembarangan seperti ini," ujarnya mengakhiri perbincangan.

Sementara itu, Fransisca (31) warga Mampang salah satu pengemudi yang kendaraannya digembok mengaku kaget dengan penggembokan tersebut.

Namun ia sangat setuju dengan penertiban yang dilakukan karena bisa membuat warga jakarta tertib peraturan. "Saya cuma ikut orang-orang yang parkir di sini, tapi malah mobilnya digembok," ujarnya.

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found